Drupadi dalam kataku

Adakah laki – laki yang dapat mencintai seorang wanita layaknya pandawa mencintai pancali? Yang kelimanya memperlakukan pancali ratu dalam hidup mereka? Yang kehormatan pancali adalah harta yang paling berharga dalam hidup mereka? Duhai, pandawa dapatkah semua laki – laki berlaku sepertimu? Bahkan ketika Arjuna hendak menikahi Subadra, dia melakukannya karena mencintai pancali, serta pertempuran yang dia lakukan selanjutnya untuk siapa lagi jika bukan demi pancali?
Dan adakah wanita seberuntung pancali yang dicintai oleh lima orng laki – laki hebat dengan cinta yang utuh, yang rela mempertaruhkan segalanya demi pancali yang dincintainya? Yang rela diasingkan dan bersembunyi bertahun – tahun untuk menegakkan kebenaran atas terkoyaknya kehormatan pancali sebagai perempuan? Hai pancali, sungguh kau adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini.
Kau juga wanita yang sangat kuat pancali, meski aku sangat mengerti perasaanmu ketika suamimu membawa wanita lain dalam kehidupan kalian. Tetapi engkau menghadapinya dengan bijaksana, kau tinggalkan rasa sakit itu karena kau yakin dengan cinta para suamimu pancali. Tetappi, bolehkah aku bertanya padamu pancali? Bagaimana kau dapat membagi cintamu kepada para suamimu dengan utuh tanpa memberi takaran yang berbeda? Pancali, bagaimana kau mampu memberi cinta yang seperti itu kepada para pandawa?
Pancali, sngguh hebat dirimu yang dapat menaklukkan Wrekudara yang sangat kuat dengan cintamu padanya? Yang mmembuatnya begitu marah pada pelempar dadu yang membuatmu harus terlukai, bahkan dia harus membakar tangan Yudhistira karena sumpah atas tangan – tangan yang telah menyakitimu? Pancali, kau pasti lebih tau dari aku, tetapi aku hanya ingin menyampaikan bagaimana para putra pandu terluka begitu dalam saat kurawa merendahkanmu? Dan aku melihat Wrekudara yang tak dapat lagi membendung kemarahan atas dirinya sendiri yang belum mampu melindungimu dengan gadanya saat itu.
Pancali, terlalu banyak keberuntungmu hingga aku bingung darimana harus ku lanjutkan lagi. Oh, aku hampir lupa pancali, bagaimana kau tidak beruntung memiliki suami seperti para putra pandu yang begitu memegang erat kata – katanya, yang menegakkan kebenaran meski perih melirih, bahkan harus membuatmu meneteskan air mata pancali. Meski kau telah dikutuk menjadi perempuan yang paling menderita di dunia, tetapi menurutku kau adalah perempuan yang paling beruntung di dunia ini pancali.
Duhai Drupadi putri Raja Drupada, kebanggaan Dinasti Kuru, bolehkah aku menuliskan tentang dirimu? Bolehkah aku melukiskan kisah Mahabharata dari sudut pandang dirimu sebagai perempuan yang menjadi korban, semangat, bahkan ruh dari peperangan ini? Aku mengagumi dirimu pancali, sangat. Kau bahkan membuat Duryudana melakukan hal bodoh seperti itu hanya dengan sepatah dua patah katamu pancali.
Drupadi, aku melukis dirimu dengan kata – kataku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s