Bahagia ketika seharusnya Bersedih

hey kamu, kamu pernah jatuh cinta?
aku? sekali saja yang memang benar-benar cinta. selebihnya menurutku hanya obsesi, rasa suka dan pelegitimasian diri bahwa aku seperti wanita normal lainnya.
namun ketika rasa yang ku deskripsikan secara subjektif pada diriku bernama cinta, pada saat itu pulaa aku benar – benar patah hati. ingat! PATAH HATI!!
tapi aku merasa aneh dengan diriku sendriri, alih – alih menangis karena PATAH HATi, aku malah bahagia, lega, Demi Allah aku bahagia. aku seperti membuang unsur sakit yang tak berguna itu, karena aku lebih senang akhirnya aku dapat menyampaikan isi hatiku padanya, aku lebih bahagia dia mengetahuinya. lebih lagi, aku tahu dia jenis laki – laki seperti apa, jadi aku sudah mengerti apa jawaban yang akan dia berikan padaku meski aku harus menunggu itu selama seminggu.
oiya, di tengah crhatanku ini tentang cinta, aku merasa berbela sungkawa atas berpulangnya adik kelasku semester 1 ilmu politik, semoga Amal ibadahmu diterima oleh Allah dan engkau ditempatkan di tempat yang terbaik di sisiNya. Amin….
aku jadi ingat SOe Hoek Gie, beruntunglah mereka yang mati muda katanya. tapi Gie, cintamu memang indah di awal, tapi kamu juga tak dapat bersama orang yang kamu cintai kan Gie?
aku tak mau seperti kamu atau Wahab Gie. aku ingin seperti diriku sendiri, seorang aktivis perempuan yang berhasil meraih mimpi – mimpinya Gie. tetap, aku tak ingin mati muda, karena ilmuku masih sedikit Gie.
aku ingin belajar mencintai lebih banyak, agar nanti aku dapat lebih menghargai dia yang mencintaiku. aku ingin mencintai lebih banyak, biar aku lebih banyak merasa daripada dirasa. aku ingin belajar mencintai lebih banyak, agar aku dapat memahami sifat Tuhanku, yang selalu mencinta tanpa dicinta, yang selalu memberi tanpa meminta kembali. maka dari itu aku bahagia, saat aku dapat mengungkapkan cinta tanpa mengharap jawaban iya.
aku bahagia sebagai perempuan yang akan belajar lebih berani dalam menghadapi badai kehidupan. aku akan lebih berani…
yakinlah engkau yang mencintaiku, jodohku…
saat engkau membaca ini kau akan melihat aku bak burung camar yang terbang bebas, berpetualang dengan kepak sayapnya. namun mungkin jika kita bertemu nanti, mungkin aku telah kembali menjadi perempuan yang sesuai dengan khittahnya, bersikap lembut dan bersifat keibuan dalam kodratku, dan aku adalah wanita yang lebih bahagia mencintaimu, jadi berbagialah cinta karena engkau akan menjadi satu-satunya alasan untuk aku jatuh cinta setiap harinya dengan berjuta sebab yang tak mampu terucap… itulah kamu… cinta…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s