Izinkan…

sejak kamu hadir, titik-titik panas ini memang lebih sering meleleh di pipiku. namun kamu juga menjadi alasan untuk senyum ini terukir dengan sendirinya. Tahukah kamu, sejak adanya dirimu aku lebih sering berperang dengan diriku sendiri, antara melepaskan dan mempertahankanmu…

aku sakit, iya sakit yang teramat.. tetapi sayangnya kamu jugalah obat penyembuhku. aku gila, memang sudah gila dengan sikapmu yang begitu sulit untuk aku tafsirkan.

sungguh, kamu tak perlu tiap hari mengirimiku dengan untaian kata manis, atau mengirim pesan untuk sekedar bertanya atau mengabarkan. namun tak bisakah aku melihatmu? memastikan bahwa engkau baik-baik saja, melukismu dengan lekat meski hanya dalam waktu sekejap.

jika mampu mungkin tiap hari kan ku hujanimu dengan manisnya kata rindu, namun aku mengerti bahwa aku tak boleh mengganggumu yang juga tengah berjuang. tetapi tak bolehkah aku melihatmu barang hanya sebentar? tak kah kau izinkan aku?

mungkin bagimu aku terlalu berlebihan, aku selalu memperkeruh setiap keadaan. aku yang selalu menyulut kemarahanmu, aku yang selalu membuatmu kesal dan masih belum bisa mengerti dirimu. Tapi apa yang harus aku lakukan untuk melihatmu? bagaimana caraku?

sudahlah… utnukmu selamat berjuang… semoga Allah selalu menjagamu..

untukmu… aku rindu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s